Brainstorm

Monexnews – Trend pertumbuhan ekonomi di negara maju dan berkembang lazimnya dibarengi dengan kenaikan upah minimumpekerja. Selain di Indonesia, pemerintah Amerika Serikat juga memutuskan untuk menaikkan jumlah gaji minimal yang berlaku efektif per 1 Januari 2014.

Rata-rata kenaikan di sebagian besar wilayah Amerika adalah sebesar 15 sen per jam. Namun di beberapa wilayah dengan laju ekonomi tinggi, rasio kenaikan cenderung lebih besar seperti di New Jersey, Connecticut, New York dan Rhode Island. Pada awal tahun ini, warga New Jersey mengajukan kenaikan UMR sebesar $1 per jam menjadi $8.25. Namun pihak legislatif kemudian hanya merestui kenaikan antara 25 sen sampai 75 sen per jam menjadi &8.70 di place Connecticut dan $8 di Rhode Island dan New York.

Sementara warga yang bekerja di Arizona, Colorado, Florida, Missouri, Montana, Ohio, Oregon, Vermont dan Washington akan menerima kenaikan UMR lebih besar ketimbang pekerja di wilayah lain. Hal ini dikarenakan biaya hidup di kota-kota tersebut naik lebih tinggi setiap tahunnya. Menurut lembaga peneliti Economic Policy Institute, kenaikan gaju minimum akan berdampak pada kenaikan taraf hidup 2.5 juta warga. Sampai dengan saat ini, 19 negara bagian memberlakukan jumlah UMR lebih tinggi dibandingkan nilai yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Washington menjadi negara bagian dengan UMR tertinggi yaitu $9.19 per jam.

Pekerja gerai cepat saji seperti McDonald’s, Wendy’s dan Burger King beberapa waktu menggelar demonstrasi meminta kenaikan gaji. Mereka mengajukan angka $15 per jam kepada pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Hal serupa juga dilakukan oleh karyawan Wal-Mart, yang berdemonstrasi meminta kenaikan upah karena gaji mereka saat ini dianggap tidak sesuai dengan harga produk kebutuhan sehari-hari. Pun demikian, pekerja di retailer terbesar Amerika ini tidak meneriakkan kenaikan gaji spesifik dan hanya meminta pihak direksi lebih manusiawi dalam memperlakukan karyawannya.

sumber 😕Monexnews

Leave a Reply