abvvjongeren.be.wallsave.co

abvvjongeren.be.wallsave.com

A.?? DEFINISI-DEFINISI PBK

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dimaksud dengan:

1.??? Perdagangan Berjangka Komoditi

Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penarikan Margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

2.??? Kontrak Berjangka

Kontrak Berjangka adalah suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual Komoditi dengan penyelesaian kemudian sebagaimana ditetapkan di dalam kontrak yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

B.?? MANFAAT UTAMA PBK

Perdagangan berjangka komoditi dapat menjadi sarana penting bagi para produsen komoditi maupun investor, yaitu:

  1. Sebagai sarana pengelolaan risiko (Risk Management) melalui kegiatan lindung nilai (Hedging)
  2. Sarana pembentukan harga (Price Discovery)
  3. Alternatif investasi (Investment Enhancement)

?C.?? PIHAK-PIHAK yang terlibat di dalam PBK

Pengguna, yaitu:

-????????? Kelompok hedger, yang memanfaatkan Bursa Berjangka untuk melakukan pengelolaan risiko akibat gejolak harga komoditi yang diperdagangkan. Ada 2 jenis hedger yaitu hedger pembeli (buying hedger/long hedge) dan hedger penjual (selling hedger/short hedge).

Catatan: Hedger pembeli dan hedger penjual melakukan offset (menutup kontrak) harus dalam jenis dan jumlah kontrak yang sama.

-????????? Investor/spekulator, yang memanfaatkan pergerakan harga komoditi yang terjadi di Bursa Berjangka untuk mencari keuntungan.

Penyelenggara PBK

-????????? Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mempunyai tugas mengawasi pasar, menyediakan produk, penyepadanan transaksi (matching), dan menyediakan fasilitas transaksi yang cukup untuk dapat terselenggaranya transaksi multilateral.

-????????? Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Identrust Security International (ISI) diantaranya berfungsi menghimpun margin (margin collection), menerima pendaftaran dan penjaminan penyelesaian transaksi.

Tujuan utama dari Bursa Berjangka adalah menjaga integritas pasar sedangkan Lembaga Kliring Berjangka menjaga integritas keuangan.

Pelaku, antara lain:

-????????? Pialang Berjangka, adalah badan hukum yang menerima amanat (order) dari nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai Margin untuk menjamin transaksi tersebut.

-????????? Pedagang Berjangka, adalah orang yang melakukan transaksi untuk rekeningnya sendiri dan/atau kelompok usahanya.

Pengawas PBK

Di dalam Undang-Undang no. 10 tahun 2011 disebutkan bahwa lembaga pemerintah yang tugas pokoknya melakukan pembinaan, pengaturan, pengembangan, dan pengawasan Perdagangan Berjangka di Indonesia adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI.

 

D.?? MEKANISME PERDAGANGAN MULTILATERAL

Secara umum terdapat 2 (dua) jenis mekanisme perdagangan yaitu mekanisme perdagangan bilateral dan perdagangan multilateral.

1.? Perdagangan Bilateral

Mekanisme perdagangan yang dilakukan oleh satu pihak dengan satu pihak yang lain dan biasanya terjadi di luar bursa atau dikenal dengan istilah over-the-counter (OTC). Mekanisme perdagangan ini telah di atur di dalam Undang-Undang No.10 Tahun 2011, yang didefinisikan dengan istilah Sistem Perdagangan Alternatif (SPA). Ilustrasi mekanisme SPA sebagai berikut:

 

Alur mekanisme Sistem Perdagangan Alternatif

2.? Perdagangan Multilateral

Suatu mekanisme perdagangan yang dilakukan di dalam bursa antara banyak pihak (banyak penjual dan banyak pembeli), di mana antara penjual dan pembeli tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

 

Alur mekanisme perdagangan Multilateral

 

Agar lebih mudah dalam memahami perbedaan mendasar antara perdagangan Bilateral dan Multilateral dapat melihat tabel berikut:

 

Multilateral

Bilateral

Dalam bursa Luar bursa (OTC/SPA)
Aturan bursa Aturan penyelenggara SPA
Sistem bursa (F-Trading, J-Trader) Sistem penyelenggara (E-Trade)
Perlakuan sama Perlakuan belum tentu sama
Lawan tidak tetap Lawan tetap
Umumnya Order Driven Semuanya Quote Driven
Bisa tidak ada harga Pasti ada harga
Bisa antri Harus makan harga yang ada
Harga sama untuk satu kontrak Spread berbeda-beda
Bursa netral Motivasi untung

 

E.?? PRODUK-PRODUK MULTILATERAL

Masing-masing Bursa Berjangka memiliki produk multilateral, antara lain sebagai berikut:

 

BURSA

PRODUK MULTILATERAL

JFX

OLE (Kontrak Berjangka Olein 20 ton)
OLE10 (Kontrak Berjangka Olein 10 ton)
GOL (Kontrak Berjangka Emas 1 kg)
GOL250 (Kontrak Berjangka Emas 250 gr)
GOL100 (Kontrak Berjangka Emas 100 gr)
KGE (Kontrak Gulir Emas)
KIE (Kontrak Gulir Indeks Emas)
KGEUSD (Kontrak Gulir Emas dalam Dolar AS)

ICDX

CPOTR (Kontrak Berjangka Minyak Sawit)
GOLDGR (Kontrak Berjangka Emas Gram Rupiah)
GOLDUD (Kontrak Berjangka Emas berbasis Pasar Fisik Loco London dalam Dolar AS)
GOLDID (Kontrak Berjangka Emas berbasis Pasar Fisik Loco London dalam Rupiah)
OLEINTR (Kontrak Berjangka Olein Ton Rupiah)
INATIN (Kontrak Berjangka Timah)

 

Mengenai penyelesaian transaksi, untuk Kontrak Berjangka dapat diselesaikan dengan cara penyerahan fisik, sedangkan bentuk Kontrak Gulir penyelesaiannya dengan cara digulir artinya penyelesaian ditunda secara otomatis sehingga menghasilkan suatu Kontrak Berjangka yang abadi.

Catatan: Definisi dan Spesifikasi Produk Multilateral Terlampir.

F.?? ILUSTRASI TRANSAKSI MULTILATERAL

Formula Perhitungan:

P/L = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

Keterangan:

P? = Profit, ???? L? = Loss

Catatan:

Untuk Satuan Kontrak dihitung dengan unit terkecil. Misal untuk OLE (20 ton), maka saat perhitungan menggunakan 20.000 kg. Sementara untuk GOL (1 kg) menggunakan 1000 gr.

 

1.??? Simulasi Kontrak Berjangka Olein (OLE)

Investor memrediksi harga Olein akan naik, maka investor memasang posisi long (beli) 1 lot kontrak berjangka Olein (OLE) di harga Rp 10.280 per kg.? Seminggu kemudian investor menutup posisinya ketika harga naik menjadi Rp 10.400 per kg.

Perhitungan laba rugi:

P/L??? = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

P ????? = (Rp 10.400 ? Rp 10.280) x 1 lot x 20.000 kg

P?????? = Rp 2.400.000*

 

2.??? Simulasi Kontrak Berjangka Emas (GOL)

Investor memrediksi harga emas akan naik, maka investor memasang posisi long (beli) 1 lot kontrak berjangka emas (GOL) pada harga Rp 277.000 per gram.? Seminggu ?kemudian investor menutup posisinya di harga Rp 280.000 per gram.

Perhitungan laba rugi:

P/L??? = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

P ????? = (Rp 280.000 ? Rp 277.000) x 1 x 1.000

P?????? = Rp 3.000.000*

 

3.??? Simulasi Kontrak Gulir Emas (KGE)

Investor meprediksikan harga emas akan naik, maka investor memasang posisi long (beli) 1 lot Kontrak Gulir Emas (KGE) pada harga Rp 277.000 per gram.? Harga Penyelesaian di hari investor membeli KGE adalah 280.100.? Perbedaan tingkat bunga antara GOFO dan Deposito IDR adalah 0,000966% per hari.? Keesokan harinya, investor menutup posisinya di harga Rp 280.000 per gram.

Formula pendebetan atau pengkreditan rekening investor:

Debet/Kredit = Harga Penyelesaian x Jumlah Lot x Satuan Kontrak x Beda Bunga

Apabila memiliki posisi Long/Beli maka rekening investor di DEBET, jika memiliki posisi Short/Jual maka di KREDIT.

Karena investor memiliki posisi beli maka rekeningnya didebet sebesar: 280.100 x 1 lot x 1.000 x 0,000966% = Rp 2.705

Perhitungan rugi laba:

P/L??? = (Rp 280.000 ? Rp 277.000) x 1 lot x 1.000 gram

P?????? = Rp 3.000.000*

 

4.??? Simulasi Kontrak Gulir Indeks Emas (KIE)

Investor memprediksi dolar AS akan menguat terhadap rupiah. Untuk itu investor memasang posisi beli untuk 1 lot Kontrak Indeks Emas (KIE) pada harga Rp 9.000. Angka Penyelesaian di hari investor membeli KIE adalah 9.100.? Perbedaan tingkat bunga antara USD dan IDR adalah 0,009161% per hari.? Keesokan harinya, investor menutup posisinya di posisi Rp 9.250.

Rekening investor akan didebet sebesar = Rp 9.100 x 1 lot x Rp 10.000 x 0,009161% = Rp 8.337

Perhitungan laba rugi:

P/L??? = (Rp 9.250 ? Rp 9.000) x 1 lot x Rp 10.000

P?????? = Rp 2.500.000*

 

5.??? Simulasi Kontrak Berjangka CPO TR

Seorang investor memperkirakan harga CPO akan mengalami kenaikan, kemudian ia membeli kontrak CPOTR sebanyak 2 lot di harga Rp 8.800. Esok harinya harga mengalami kenaikan, ia menutup posisinya pada harga Rp 8.900.

Perhitungan Laba Rugi:

P/L??? = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

P?????? = (8900 ? 8800) x 2 lot x 10.000 kg

P?????? =? Rp 2.000.000*

 

6.??? Simulasi Kontrak Berjangka GOLDGR

Seorang investor menjual kontrak GOLDGR pada bulan September di harga Rp 550.000 sebanyak 3 lot setelah diprediksikan harga emas fisik dunia akan mengalami penurunan dalam 2-3 bulan ke depan. Pada pertengahan Oktober harga turun hingga Rp 525.000 dan ia melikuidasinya pada harga tersebut.

Perhitungan Laba Rugi:

P/L??? = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

P?????? = (550.000 ? 525.000) x 3 x 100

P?????? =? Rp 7.500.000*

 

7.??? Simulasi Kontrak Berjangka Emas Loco London (GOLDUD dan GOLDID)

Seorang investor membeli kontrak GOLDUD pada harga $1,680 sebanyak 2 lot karena berdasarkan prediksinya akan mengalami penguatan. Keesokan harinya ia melikuidasinya pada harga $1,700.

Perhitungan Laba Rugi:

P/L??? = (Harga Jual ? Harga Beli) x Jumlah Lot x Satuan Kontrak

P?????? = (1,700.00 ? 1,680.00) x 2 x 10

P?????? =? $400* (floating rate)

Catatan:

Jika investor membeli GOLDID maka profitnya tinggal dikonversikan ke dalam rate tetap (fixed rate) sebesar Rp 10.000, menjadi Rp 4.000.000*.

Keterangan:

* Perolehan laba belum dikurangi komisi transaksi. Investor akan mengalami kerugian jika harga bergerak sebaliknya.

Sementara untuk produk ICDX berupa kontrak INATIN dan OLEINTR memiliki metode perhitungan yang sama dengan CPOTR.

 

G.?? PENGETAHUAN TEKNIS TRANSAKSI MULTILATERAL

1.??? Pemungutan Margin

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, definisi margin:

Sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan oleh Nasabah pada Pialang Berjangka, Pialang Berjangka pada Anggota Kliring Berjangka, atau Anggota Kliring Berjangka pada Lembaga Kliring Berjangka untuk menjamin pelaksanaan transaksi Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

Jenis-jenis margin:

  • Deposit Margin (Marjin Nasabah)

Sejumlah dana yang disetorkan oleh Nasabah/Nasabah Terafiliasi kepada Pialang Berjangka sebagai jaminan untuk bertransaksi di Bursa Berjangka. Besarnya Deposit Margin ditetapkan oleh Pialang Berjangka dan jumlahnya harus lebih besar dari Initial Margin yang ditetapkan oleh Lembaga Kliring Berjangka.

  • Initial Margin (Marjin Awal)

Sejumlah dana yang wajib disetorkan oleh Pialang Berjangka Anggota Kliring kepada Lembaga Kliring Berjangka sebagai jaminan atas kontrak terbuka yang didaftarkan oleh Anggota Kliring. Initial margin dipungut untuk setiap posisi terbuka, tanpa meng?offset? posisi terbuka jual dan beli (gross margin system).

  • Maintenance Margin (Marjin yang harus tersedia)

Dikenal juga dengan Minimum Margin, yaitu perhitungan sejumlah dana yang diambil dari Deposit Margin untuk memelihara posisi perdagangan apabila terjadi kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss). Biasanya pialang memberikan 80% dari Initial Margin.

  • Variation Margin (Marjin Variasi)

Laba-rugi yang timbul akibat dari proses penilaian ulang setiap posisi terbuka dengan harga penyelesaian (settlement price) yang terjadi pada akhir hari perdagangan atau dikenal dengan Markedto-Market.

  • Margin Calls

Tambahan marjin yang harus disetorkan atau ditambahkan kepada Pialang karena akun nasabah telah berada di bawah Maintenance Margin agar akun nasabah kembali ke tingkat Initial Margin.

Contoh:

Seorang nasabah membeli 1 lot kontrak berjangka Kopi (5 ton) pada harga Rp 2.800/kg dengan initial margin Rp 5.000.000, maintenance margin 80% (Rp 4.000.000) dan akun nasabah sebesar Rp 5.000.000. Perubahan harga untuk 1 tick kontrak kopi adalah Rp 10/kg.

Misal pada hari pertama harga ditutup di Rp 2.900/kg, hari kedua di Rp 2.700/kg dan hari ke-3 di Rp 2.500/kg

Bagaimana perhitungan untung dan ruginya, dan kapan nasabah tersebut akan mendapatkan margin call dari pialangnya?

Hari 1

Nasabah membeli 1 lot kontrak kopi dengan harga Rp 2.800/kg dan harga penutupan adalah Rp 2.900/kg:
-?????? Modal??????????????????? = Rp 5.000.000-?????? Keuntungan???????? = (2.900-2.800) x 5.000 kg x 1 lot = Rp 500.000-?????? Total modal????????? = Rp 5.500.000
Nasabah mendapat keuntungan sebesar Rp 500.000

 

Hari 2

Misal harga penutupan adalah Rp 2.700/kg:
-?????? Modal??????????????????? = Rp 5.500.000-?????? Kerugian?????????????? = (2.700-2.800) x 5.000 kg x 1 lot = Rp 500.000-?????? Total modal????????? = Rp 5.000.000
Nasabah merugi Rp 500.000 dan akun nasabah kembali ke posisi semula

 

Hari 3

Pasar mengalami kelesuan sehingga kontrak nasabah ditutup di harga Rp 2.500/kg:
-?????? Modal??????????????????? = Rp 5.000.000-?????? Kerugian?????????????? = (2.500-2.800) x 5.000 kg x 1 lot = Rp 1.500.000-?????? Total modal????????? = Rp 3.500.000
Nasabah merugi Rp 1.500.000 dan nasabah akan mendapatkan margin call pada hari ke-4 karena akun nasabah melewati maintenance margin 80% dari initial margin. Nasabah harus menambah Rp 1.500.000 agar akun kembali ke posisi initial margin awal.

 

2.??? Jenis-Jenis Lelang (Auction)

Jenis-jenis lelang untuk kontrak multilateral di Jakarta Futures Exchange antara lain:

  • Lelang Eka Nilai (Dutch Auction atau Lelang Belanda / One Price Auction)

Terjadi saat 15 menit sebelum pembukaan sesi pagi untuk menentukan Harga Pembukaan.

  • Lelang Biasa (Continuous Auction)

Lelang ini menyandingkan harga terbaik amanat jual yang sesuai dengan amanat beli.

  • Lelang Harga Penyelesaian (Transaction at Settlement)

Lelang ini dilakukan di akhir hari dimana amanat hanya dapat dimasukkan dengan menggunakan Harga Penyelesaian.

 

3.??? Jenis-Jenis Amanat (Order)

Secara umum, ada beberapa jenis amanat, antara lain:

  • Market Order

Amanat jual atau beli yang penentuan harganya didasarkan pada harga terbaik yang terjadi di Bursa Berjangka. Order ini harus segera dilaksanakan begitu diterima pada tingkat harga yang ada saat itu.

Biasanya tidak mencantumkan harga, hanya jumlah lot dan bulan penyerahan. Digunakan untuk membuka atau melikuidasi posisi secepat mungkin.

  • Limit Order

Atau dikenal dengan Amanat Harga Tertentu, yaitu amanat jual atau beli pada harga yang telah ditetapkan oleh Nasabah atau lebih baik.

Dengan pengertian, amanat beli harus dilaksanakan pada harga yang disebutkan atau di bawahnya, sedangkan amanat jual harus dilaksanakan pada harga yang disebutkan atau di atasnya.

Biasanya digunakan untuk memulai atau membuka posisi baru sekaligus mendapatkan harga terbaik atau melikuidasi posisi yang ada pada harga tertentu dengan target keuntungan tertentu.

  • Stop Order

Amanat ini biasanya dikenal dengan Amanat Pembatas Rugi yang bertujuan untuk membatasi kerugian sampai harga tertentu.

Amanat akan dilaksanakan (dan menjadi limit order) ketika harga yang dikehendaki tercapai atau lebih buruk. Dapat untuk posisi baru atau melindungi posisi yang ada.

Jenis amanat lainnya yang sering dijumpai di dalam transaksi multilateral:

  • Fill or Kill Order (FOK) atau All or None (AON)

Transaksi baru dapat dilaksanakan (done) apabila jumlah Kontrak Berjangka yang ditawarkan sesuai dengan jumlah yang dipesan, jika tidak maka transaksi tidak dilaksanakan.

Misal: A jual komoditi X sebanyak 3 lot pada harga Rp10.000, lalu B membeli X tersebut pada harga Rp10.000 sebanyak 2 lot menggunakan fasilitas FOK, maka order tersebut tidak akan done.

  • Good till Canceled

Amanat yang tetap aktif di ruang transaksi hingga nasabah membatalkannya.

  • Discretionary Order

Atau pesanan sebaik mungkin. Amanat yang dilaksanakan berdasarkan tingkat harga yang menurut pialang berjangka adalah terbaik untuk nasabahnya.

  • Good through the Week (GTW) dan Good through the Month (GTM)

Amanat yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh nasabah.

 

4.??? Proses Penyepadanan (Matching)

Ketentuan proses penyepadanan di dalam sistem JAFeTS Jakarta Futures Exchange adalah sebagai berikut:

  1. Proses penyepadanan antara amanat jual dan beli ditetapkan berdasarkan prioritas harga (Price Priority) dan prioritas waktu (Time Priority);
  2. Prioritas Harga mendapatkan prioritas lebih tinggi daripada prioritas waktu;
  3. Apabila ada dua atau lebih amanat yang memiliki harga yang sama, amanat yg lebih dahulu diterima oleh sistem perdagangan, mendapatkan prioritas lebih tinggi dari amanat yang diterima kemudian.

5.??? Penyelesaian Transaksi Multilateral

  • Penyelesaian transaksi secara Likuidasi (Offseting)

Menutup posisi terbuka sebelum jatuh tempo. Misalkan jatuh temponya tanggal 15 tiap bulan, maka offset dapat dilakukan sebelum tanggal tersebut.

  • ?Penyelesaian transaksi dengan Penyerahan Fisik (Physical Delivery Settlement)

Mempertahankan posisi terbukanya hingga Hari Perdagangan Terakhir Bulan Berjalan (jatuh tempo) untuk penyerahan fisik.

Catatan:

Lembaga Kliring Berjangka setiap akhir bulan akan melakukan Pre-Info (Pemberitahuan Adanya Posisi Terbuka) kepada pihak penjual dan pembeli. Dan selanjutnya penjual akan menyampaikan Delivery Notice (Pemberitahuan Penyerahan) kepada Lembaga Kliring.

  • Penyelesaian transaksi secara tunai (Cash Settlement)

Dilakukan apabila salah satu pihak, umumnya speculator, tidak ingin terjadi serah fisik setelah jatuh tempo. Biasanya akan dilakukan rekonsiliasi antara nasabah dengan Lembaga Kliring Berjangka.

  • ?Tukar Fisik dengan Berjangka (Exchange of Futures for Physicals -EFP)

Suatu transaksi yang terjadi di luar bursa yang kemudian didaftarkan ke bursa dan oleh bursa dimasukkan sebagai transaksi yang terjadi di bursa dengan posisi kebalikannya. Umumnya dilakukan sebelum jatuh tempo yang bermanfaat memberikan kepastian pembeli, tanpa bergantung pada kondisi harga, mengurangi wanprestasi (cedera janji) pada transaksi fisik dan kontinuitas bahan baku terjaga.

 

  • Karakter TFB:

Transaksi spot di luar Bursa bisa dicatat di Bursa untuk menutup posisi yang terbuka yang sudah ada atau membuka posisi.

Pihak jual di spot menjadi beli di futures.

Pihak beli di spot menjadi jual di futures.

Catatan:

Tidak diperhitungkan sebagai harga yang terjadi di Bursa, namun Open Interest bertambah.

  • Syarat-syarat:

-?????? Kedua pihak setuju harga dan bulan kontrak

-?????? Benar ada transaksi spot

-?????? Tidak ada hubungan khusus antara kedua pihak

  • Contoh aplikasi TFB:

Seorang pengusaha perhiasan emas membutuhkan bahan baku emas batangan sbb:

-??????????? Jumlah ?????????????? ?????? : 1,85 kg (1 lot KB Emas JFX: 1 kg)

-??????????? Mutu emas???????? ?????? : 95% (mutu KB Emas JFX: 99,99%)

-??????????? Waktu penyerahan? : 10 Agustus (GOL AGS JFX 24-26 Ags)

-??????????? Harga???????????????????????? : Rp 500.000/gr (GOL JFX Rp 510.000/gr)

  • Misalkan tanggal 19 Juli 2012:

TFB dengan kesepakatan transaksi fisik Rp 505.000/gram

Harga settlement GOL AGS JFX Rp 515.000/gram

Transaksi Fisik:

Pengusaha perhiasan??????????? : Beli 1,85 kg emas Rp 340 juta/kg

Pedagang emas????????????????????? : Jual 1,85 kg emas Rp 340 juta/kg

Transaksi Futures:

Pengusaha perhiasan??????????? : Jual 2 lot GOL AGS Rp 515.000/gr

Pedagang emas????????????????????? : Beli 2 lot GOL AGS Rp 515.000/gr

Catatan:

-?????? Wakil Pialang Berjangka akan mengisi form pendaftaran TFB yang dikirimkan ke Bursa sehingga transaksi tersebut menjadi transaksi futures.

-?????? Kedua pihak bebas untuk menutup posisi di futures sesuai harga di market (running quote), namun apabila tujuannya untuk lindung nilai maka posisi tersebut baru akan ditutup pada tanggal 10 Agustus.

 

6.??? Prosedur Penyerahan

Skema prosedur penyerahan fisik (sesuai Kliring Berjangka Indonesia):

 

WAKTU

PENJUAL

LEMBAGA KLIRING

BANK SETTLEMENT

PEMBELI

SETIAP AKHIR BULAN

AK JUAL

PRE-INFO

PEMBERITAHUAN ADANYA POSISI TERBUKA

AK BELI

MULAI AWAL 5 HARI PERDG TERAKHIR

T + 0

DELIVERY NOTICE

TERIMA DELIVERY NOTICE

 

ALOKASI

(Pada Proses Akhir Hari ? 18.00 wib)

T + 1

PEMBERITAHUAN ADANYA LOKASI

(Sebelum Sesi 1 mulai)

– JUMLAH LOT YG DITERIMA- TEMPAT PENYERAHAN- JUMLAH RUPIAH YG HARUS DIBAYAR

T + 2

DO

Rp

DO

Paling lambat sblm 14.00

Paling lambat sblm 14.00 wib

Rp

14.30

DO

Keterangan:

AK = Anggota Kliring

Delivery Order (DO) = Surat Perintah Penyerahan

Delivery Notice = Pemberitahuan Penyerahan

 

H.?? SPREAD TRADING

Melakukan pembelian untuk suatu bulan penyerahan terdekat dan secara serentak (simultan) menjual suatu bulan penyerahan yang lebih jauh atau sebaliknya.

Jenis-jenis Spread:

JENIS SPREAD

KOMODITI

BULAN SERAH

BURSA

Inter-Delivery

Sama

Beda

Sama

Inter-Commodity

Beda *

Sama

Sama

Inter-Market

Sama

Sama

Beda

Inter-Product

Beda **

Sama

Sama

Keterangan:

* ???? Underlying asset-nya sama, misal crack spread (minyak mentah vs bensin tanpa timbal) dan crush spread (minyak kedelai vs tepung kedelai).

** ?? Produk dengan underlying asset atau instrumen yang berbeda.

 

I.???? BASIS

BASIS = Harga Spot ? Harga Futures

Pasar Normal (Normal Market / At Premium / Contango / Forwardation)

  • Jika harga di pasar berjangka (futures) lebih tinggi dibandingkan dengan pasar spot.
  • Nilai basis yang diperoleh negatif.

Pasar Tidak Normal (Inverted Market / At Discount / Backwardation)

  • Bilamana harga di pasar berjangka lebih rendah dibandingkan dengan pasar spot.
  • Nilai basis yang diperoleh positif.

Basis menguat (strong basis) apabila selisih harga di pasar futures dengan harga di pasar spot mengecil/mendekati titik nol

Basis melemah (weak basis) bila selisih harga di pasa futures dengan pasar fisik membesar/ menjauhi titik nol.

 

J.??? INTERPRETASI PASAR

Interpretasi pasar menggunakan variabel Harga, Volume dan Open Interest.

 

K.?? PRAKTIK PERDAGANGAN YANG DILARANG

1.??? Fictitious Trading (Manipulasi Pasar)

Kegiatan-kegiatan manipulasi, percobaan atau usaha-usaha untuk mengarah ke manipulasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berakibat pada perubahan harga yang tidak wajar, seperti:

  • Menyudutkan pasar atau mengontrol suatu komoditi atau Kontrak Berjangka, yang jumlahnya relatif dapat memanipulasi harga;
  • Mengadakan persekongkolan untuk memanipulasi harga suatu komoditi.

Salah satu bentuk transaksi fiktif adalah dengan cara melakukan transaksi silang (cross trade) atas akun nasabahnya sendiri seakan-akan memberi kesan adanya kegiatan pasar yang aktif yang sebenarnya tidak ada. Dalam Peraturan dan Tata Tertib (PTT) Jakarta Futures Exchange transaksi silang ini tidak diperbolehkan, kecuali:

  1. Dilakukan antara 2 (dua) nasabah yang berbeda dari Pialang yang sama dengan selisih waktu lebih dari 10 (sepuluh) detik, atau
  2. Dilakukan antara 2 (dua) nasabah yang berbeda dari Pialang yang sama dengan diselingi amanat jual atau amanat beli dari pihak lain.

Catatan:

Cross Trade ini ada yang menggolongkannya ke dalam Pre-arranged Trading atau Accomodation Trade.

2.??? Pre-arranged Trading atau Accomodation Trade

Penjualan atau pembelian Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka yang sudah diatur sebelumnya secara tidak wajar oleh sekelompok Pialang atau terjadi persekongkolan.

3.??? Bucketing

Manakala Pialang Berjangka atau Wakil Pialang Berjangka yang ada di lantai Bursa, secara langsung maupun tidak langsung, mengambil posisi dibalik posisi amanat nasabah yang dilaksanakannya, untuk rekening Pialang itu sendiri atau untuk rekening pihak lain dimana dia mempunyai kepentingan (interest).

4.??? High-pressure Sales Tactics

Membujuk atau memberi harapan keuntungan di luar kewajaran.

5.??? Churning

Perdagangan yg berlebihan dalam jumlah dan frekuensinya dengan tujuan menggandakan komisi.

6.??? Front Running atau Trading ahead of Customer

Pialang melakukan transaksi untuk dirinya atau pihak dimana Pialang tersebut mempunyai kepentingan terlebih dahulu, dan tidak memprioritaskan amanat nasabahnya.

7.??? Wash Trading

Transaksi yg menampilkan amanat jual dan amanat beli yg seolah-olah benar terjadi, padahal tidak ada posisi satu pun di pasar. Pialang melakukan tindakan hampir sama dengan fictitious trading, namun transaksi dilakukan dengan Pialang lain, kelihatannya seperti transaksi sebenarnya akan tetapi mengarah kepada bucketing.

Meskipun terjadi banyak transaksi, tetapi tidak terjadi perubahan kepemilikan kontrak terbuka (Open Interest) dan transaksi tersebut adalah nol.

Contoh:

-??????????? Pialang A menjual kepada Pialang B dan Pialang B menjual kepada Pialang A.

-??????????? Pialang A menjual kepada Pialang B dan Pialang B menjual kepada Pialang C, kemudian Pialang C menjual kepada A.

8.??? Cornering

Melakukan pembelian secara besar-besaran komoditi di pasar fisik sehingga komoditi bisa menjadi langka, hal ini mengakibatkan harga komoditi tersebut melonjak di Bursa Berjangka. Manipulasi harga tersebut mengakibatkan pihak yang memiliki posisi jual yang masih terbuka terpaksa menutup kontraknya dengan harga tinggi saat jatuh tempo.

9.??? Melampaui Batas Posisi (Limit Position) dan Posisi Wajib Lapor (Reportable Position)

Batas Posisi atau (Speculative) Limit Position adalah batas posisi maksimum kontrak untuk 1 bulan penyerahan atau untuk seluruh bulan penyerahan yang dapat dikuasai seseorang (untuk tujuan investasi atau spekulasi) dan tidak boleh dilampaui, kecuali secara khusus pihak yang bersangkutan telah mendapat izin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagi hedger, yaitu pelaku pasar yang benar-benar melakukan kontrak berjangka untuk tujuan hedging, mereka dibenarkan melampaui batas tersebut dengan ketentuan dapat memenuhi prosedur yang ditetapkan oleh Bursa atau Bappebti.

Batas Posisi Maksimum dan Batas Posisi Wajib Lapor kontrak terbuka dihitung dari 1 (satu) rekening nasabah atau penjumlahan dari beberapa rekening yang berafiliasi.

 

L.?? Pertanyaan-pertanyaan seputar transaksi multilateral

  1. Best bid GOL April ada pada harga Rp 402.500/gr sebanyak 6 lot. Best Ask GOL April pada harga Rp 402.800/gr sebanyak 4 lot. Jika ada nasabah ingin melakukan market order sell 10 lot, jenis order apa yang digunakan dan pada harga berapa order tersebut di-input untuk memperbesar peluang terlaksananya (done) seluruh order nasabah tersebut?
  2. Seorang nasabah meng-input order Fill or Kill Buy 3 lot kontrak GOL April pada harga Rp 402.500/gr. Best ask kontrak GOL April di harga Rp 402.500/gr sebanyak 2 lot. Berapa lot order nasabah tersebut yang terlaksana (done)?

 

To be continued?

 

Sumber :

RBFnews

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply