www.lollipop.ge

www.lollipop.ge

Investasi emas di Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, karena selain lebih aman juga memiliki resiko yang tidak terlalu banyak. Disini kami akan membahas secara lengkap bagaimana cara investor menanamkan modalnya di emas baik dalam segi investasi On-Line ataupun secara riil. Karena banyak para investor yang beranggapan bahwa dengan menanamkan dananya atau berinvestasi di emas sedikit banyak dipengaruhi oleh pangsa pasar baik mata uang ataupun saham.

 

Pengertian dari Investasi Emas

Investasi emas adalah salah satu jenis alat investasi yang menarik. Investasi emas dipandang oleh sebagian besar investor sebagai alat investasi aman adan sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala.? Dalam investasi emas berjangka biasanya memiliki suatu estimasi biaya dan kontrak yang harus disetujui oleh para investor untuk memulai berinvestasi. Tempat atau pusat running harga yang sedang terjadi di setiap pialang perdagangan berjangka berkiblat pada negara London, itulah sebabnya mengapa istilah yang digunakan dalam emas berjangka adalah Loco London Gold.

 

Jenis Investasi Emas

Ada 5 Jenis investasi emas :

  1. Investasi perhiasan emas (Gold Jewelery)
  2. Investasi emas batangan (Gold Bullion)
  3. investasi emas secara trading On-line (Gold Futures/gold trading On-line)
  4. Investasi seritifikat emas (Gold Certificates)
  5. Investasi keping Emas (Gold Coins)

Pengertian atau manfaat dari investasi emas diatas adalah :

  1. Emas Batangan (Gold Bullion ) : Emas dalam bentuk logam mulia (ingot). Untuk membeli balok emas / emas batangan perlu disertai seritifikat yang dikeluarkan oleh PT (Persero) Aneka Tambang Unit Logam mulia.
  2. Emas Perhiasan (Gold Jewelery) : Merupaka cara yang popular untuk membeli emas. Tetapi sebenarnya bukan cara yang terbaik untuk investasi dalam emas, karena biasanya adanya biaya pengrajin, mark up penjualan dan factor lainnya.
  3. Emas Mendatang/trading secara online (Gold Futures/Gold trading On-line): Suatu kontrak untuk membeli ata menjual suatu jumlah emas tertentu pada suatu harga tertentu dan pada tanggal tertentu.
  4. Sertifikat Emas (Gold Cerfiticates): Menunjukan kepemilikan atas suatu kuantitas emas tertentu yang disimpan di brankas bank (ank vault). Kebaikan sertifikat emas: investor tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dari penyimpanan sendiri emas secara fisik dan pembelian sertifikat emas bisa meringankan pajak penjualan dibandingkan pembelian balok atau keeping emas.

Keping Emas (Gold Coins): kepingan? dengan nilai koleksi kecil atau tidak ada sama sekali (nonnumismatic), karena nilainya terutama ditentukan oleh kandungan emasnya. Kandungan emas dari kepingan ini diukur dalam troy ounce (1 troy ounce mengandung kira-kira 31 gram).

 

Motivasi Untuk Berinvestasi Dalam Bentuk Emas

Motivasi untuk investasi dalam emas didorong oleh dua faktor utama :

  • Inflasi : jika laju inflasi meningkat sedangkan suku bunga hampir atau tidak menutupi tingkat inflasi. maka timbul motivasi para investor untuk membeli emas sehingga mengakibatkan harganya meningkat.
  • Instabilitas nasional dan internasional : Jika ketegangan politik meningkat memicu investor untuk mengalihkan investasinta pada emas.

 

Emas Sebagai Wahana Investasi

Emas merupakan wahana investasi yang cukup spekulatif dimana harganya dapat berfluktuasi. Di Indonesia, harga emas terus naik namun dengan tingkat kenaikan rendah. Oleh karena sumber hasil potensial dari emas hanya berupa apresiasi harga, maka investasi emas hanya menguntungkan pada saat laju inflasi tinggi dan atau instabilitas politis

Namun, menyimpan emas dalam emas dalam jumlah besa selain riskan juga tidak selalu menguntungkan jika kenaikan harganya tidak mengimbangi laju inflasi atau suku bunga yang berlaku, terlebih karena emas tidak memberikan penghasilan berjalan. Biaya transaksi dalam emas berupa komisi, mark up, dan pajak. Tetapi biaya transaksi berbeda tergantung dari jenis emas dan kuantitasnya.

 

Resiko Dari Investasi Emas

Dalam setiap berinvestasi tidak semuanya mnguntungkan melainkan adapula tingkat resiko yang harus dihadapi. Begitu juga dalam berinvestasi emas, tidak selamanya investasi dalam bentuk emas itu menguntungkan tetapi juga memiliki tingkat resiko kerugian yang tak sedikit juga, maka para invetor pun harus di bekali dengan mental untuk siap menghadapi kerugian sebesar apapun itu.

Misalnya saja dalam berinvestasi di dalam emas berjangka atau dengan system online trading. Biasanya investasi dalam online trading setiap pialang memiliki estimasi dalam investasi atau biasa disebut dengan margin. Dari pemerintahan sudah ditetapkan standarisasi nominal US$ 1 = Rp. 10.000,- dan di PT. XX Berjangka menetapkan minimal investasi atau minimal Margin sekali buka Account investasi sebesar US$ 10.000 = Rp. 100.000.000,-.

Untuk 1 point sebesar US$ 10 = Rp. 100.000,-. Diasumsikan untuk 1 kali transaksi harga yang sedang running saat ini adalah 1.6100, tuan Tejo berharap harga tersebut akan naik, dan ia memasang target keuntungan sebesar 50 point, tak disangka karena factor berita fundamental dan secara analisis teknikal harga tersebut tembus di harga 1.6200, berarti target 50 point tuan Tejo tercapai bahkan melebihi dari target yang tuan Tejo pasang.untuk 1 kali transaksi dana yang dijaminkan adalah sebesar US$ 1.000 = Rp. 10.000.000,-

Dengan begitu tuan Tejo telah memperoleh keuntungan sebesar 50point sesuai dengan yang ia inginkan. Dengan begitu perhitungan dari keuntungan yang diperoleh adalah :

50 point X Rp.100.000 X 1 = Rp. 5.000.000,- . ini adalah hasil keuntungan dari 1 kali transaksi tuan Tejo, akan tetapi ini belum hasil bersih yang tuan tejo terima karena dari Rp. 5000.000,- tersebut masih harus dikurangi biaya komisi yang dikenakan ke investor setiap kali mereka bertransaksi, besar komisi yang dikenakan tergantung dari ketetapan dari prusahaan pialang itu sendiri, kita asumsikan misalnya sebesar US$40 = RP. 400.000,- berarti keuntungan Rp. 5.000.000 ? Rp. 400.000 = Rp. 4.600.000,- . hasil bersih inilah yang didapat oleh tuan Tejo.

Namun beda lagi kasusnya dengan tuan Rino, misalnya pada saat yang bersamaan tuan Rino juga melakukan transaksi sebesar 1 lot di harga running yang sama yaitu 1.6100, tuan Rino berharap harga itu akan turun maka iya memasang harga sell di platformnya, ternyata harga malah berbalik arah keatas hingga ke 1.6200, sebelumnya tuan Rino mentargetkan keuntungannya sebesar 50 point juga, tapi ternyata yang dihadapi tuan Rino berbanding terbalik dengan tuan Tejo, jika tuan Tejo memperoleh keuntungan maka tuan Rino mengalami kerugian. Yaitu sebesar 1 lot dana jaminan yang ia jaminkan pada saat ia bertransaksi yaitu sebesar Rp. 10.000.000,- . Karena? hitungannya langsung terpotong sebesar 100 point per transaksi tersebut.

Dari contoh diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa para investor tidak akan pernah menduga berapa banyak keuntungan dan kerugian yang akan mereka dapatkan. Jika para investor tidak dibekali dengan mental yang kuat maka investasi apapun yang akan para investor jalankan itu tidak akan bertahan lama. Melihat dari keuntungan yang didapat oleh tuan tejo yaitu sebesar Rp. 4.600.000,- berarti dana yang diinvestasikan oleh tuan tejo di emas berjangka menjadi bertambah yaitu Rp. 104.600.000,- . Sedangkan kerugian yang dialami tuan Rino adalah sebesar Rp. 10.000.000,- maka dana yang tersisa di investasi emas berjangka tuan Rino yaitu sebesar Rp. 90.000.000,-

 

Perbedaan Antara Investasi Emas dengan Investasi Saham.

Perbedaan antara investasi emas dengan investasi saham adalah tingkat resiko kerugian dan keuntungan yang tidak dapat di ketahui secara pasti, karena tingkat fluktuatif harganya pun berbeda. Apabila investasi emas tingkat fluktuatif harganya bisa dijangkau dan percepatan harga yang bergerak pun masih bisa dipantau, beda hal nya dengan investasi saham yang memiliki tingkat fluktuasi nya yang sangat tinggi sehingga hanya dapat dilihat pada hari itu juga dan memiliki jam pembukaan dan penutupan pasar. Misalnya IHSG (Index Harga Saham Gabungan), sewaktu- waktu harga dari saham tersebut dalam hitungan menit bisa mencapai kenaikan yang begitu tinggi bahkan bisa menbapai ribuan poin per hari, begitu pula dengan tingkat keanjlokan atau penurunan harga yang dicapai, dalam satu waktu harga tersebut bisa langsung turun begitu drastis? hingga ribuan point per hari. Beda hal nya dengan investasi emas, pada 1 hari tingkat kenaikan harga hanya dalam hitungan ratusan point per hari itu pun hanya dalam beberapa jam saja, begitu juga dengan turunnya harga dalam 1 hari yang hanya turun ratusan point dalam hitungan jam per hari.

Jika dibandingan antara investasi saham dengan investasi emas jelas jauh berbeda. Untuk tingkat keamanan/ kerugian yang dicapai, investasi emas memiliki tingkat kerugian yang sangat rendah, karena pergerakan harga yang fluktuatif itulah yang dapat meminimalkan tingkat kerugian, jadi para investor bisa dapa lebih berhati-hati dalam mengelola dananya. Sedangkan investasi saham memiliki tingkat resiko kerugian yang cukup besar, karena pergerakan harganya yang sangat cepat sehingga membuat para investor tidak dapat mengontrol dananya lebih hati-hati. Dan tingkat psikologi para investor pun juga mempengaruhi? mereka dalam mengambil keputusan dalam bertransaksi.

 

Kesimpulan yang dapat diambil adalah, bahwa segala bentuk investasi apapun itu baik investasi emas atau investasi apapun bentuknya pasti memiliki resiko yang berbeda pula. Tergantung dari bagaimana para investor itu sendiri apakah mereka cukup bijak dalam mengelola dananya atau tidak.

Pada saat ini investasi emas yang sedang ada di Indonesia memiliki peluang sangat baik karena harga yang ditawarkanpun cukup fluktuatif stabil sehingga sangat cocok jika ini digunakan sebagai investasi untuk jangka panjang.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply